Bersatu dalam Kebhinekaan: Budaya Toleransi di Camas High School Soekarno
Di Camas High School Soekarno, budaya toleransi menjadi salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi. Para siswa dan staf sekolah di sini diajarkan untuk bersatu dalam kebhinekaan, menghargai perbedaan, dan menerima satu sama lain tanpa memandang suku, agama, atau budaya.
Menurut Kepala Sekolah Camas High School Soekarno, Bapak Ahmad, “Kami percaya bahwa keberagaman adalah kekayaan bagi kami. Dengan bersatu dalam kebhinekaan, kami dapat belajar satu sama lain dan tumbuh bersama sebagai komunitas yang inklusif.”
Salah satu cara untuk mempromosikan budaya toleransi di sekolah ini adalah melalui program-program pendidikan yang memperkenalkan siswa pada berbagai budaya dan tradisi. Misalnya, setiap tahun diadakan Festival Kebhinekaan di mana siswa dapat memamerkan seni, musik, tarian, dan masakan dari berbagai negara.
Menurut seorang guru seni di Camas High School Soekarno, Ibu Siti, “Festival Kebhinekaan adalah saat yang sangat istimewa di sekolah ini. Siswa-siswa kami belajar untuk menghargai keindahan dalam perbedaan dan merayakan kebhinekaan bersama-sama.”
Tidak hanya itu, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti klub bahasa, klub musik, dan klub tari juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka sambil belajar tentang budaya-budaya lain.
Menurut seorang siswa di Camas High School Soekarno, Anisa, “Saya merasa sangat beruntung bisa belajar di sekolah ini. Saya belajar banyak hal baru setiap hari dan merasa diterima dan dihargai oleh teman-teman saya yang berasal dari latar belakang yang berbeda.”
Dengan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan dan budaya toleransi, Camas High School Soekarno menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun komunitas yang inklusif dan harmonis. Bersatu dalam kebhinekaan bukan hanya sebuah slogan di sini, tetapi menjadi gaya hidup yang diterapkan oleh semua anggota sekolah.
